Sudah sejak lama aku ingin melihat-lihat secara langsung 'Air Terjun selogiri' yang kebetulan juga masih satu wilayah Kecamatan dengan tempat tinggalku. Jika aku masuk wilayah Kelurahan Kalipuro, Air Terjun Selogiri berada di Wilayah Desa Ketapang, Sama-sama Kecamatan Kalipuro.
Pukul 13.00 aku berangkat, dalam cuaca panas yang cukup menyengat, aku naik kendaraan sendiri. Aku tidak tahu mengapa aku pengen sekali menunjukkan pada dunia, bahwa di Kalipuro juga ada objek Wisata yang tak kalah keren di banding tempat-tempat lain yang ada di Banyuwangi.
Setelah melewati jalan raya di depan Pelabuhan penyebrangan Ketapang, aku masih melaju menuju utara. Tidak terlalu jauh memang dari pelabuhan untuk masuk wilayah Perkebunan Silogiri, kurang lebih 3 KM. Terus melewati Terminal Bus dan aku berhenti sejenak untuk melihat papan petunjuk masuk ke Air Terjun Selogiri tersebut.
Akhirnya aku temukan juga petunjuknya dan mulai memasuki kawasan yang asing walau di rumah sendiri.
Setelah masuk gang menuju Perkebunan PTPN XII Selogiri, ternyata banyak rumah bagus yang berjejer di sepanjang 1 KM, sebelum akhirnya aku menyusuri jalanan sepi berhias tanaman Kacang Ijo. Wah, jangan di tanya soal jalannya, karena lumayan berbatu alias masih makaddam.
Ku jumpai juga pabrik pengolahan Tahu, lalu aku terus masuk dan mulai sampai di perbatasan Perhutani.
Barak tentara di perbatasan
Aku lihat ada perkemahan Tentara di sebelah kanan-kiri jalan masuk. Maklum, rupanya di sini juga lokasi para tentara berlatih. Ada beberapa sepatu yang di biarkan tertata rapi di pinggir jalan. ada tambang panjang yang terikat ke atas bukit dan membentuk tali temali yang rapi. (Ah..jadi inget waktu aktif di Pramuka dulu)..Ada juga beberapa tentara sedang istirahat atau mungkin lagi menjaga barak. Ingin aku mampir, tapi ku urungkan niat itu, sebab, saat aku masuk masih sepi, jadi, ku fikir para tentara-tentara itu sedang istirahat.
Ku lanjutkan stater motorku pelan tapi pasti harus waspada juga, siapa tahu para tentara masih latihan dan tiba-tiba muncul di depan ku. sambil tengok kanan kiri, aku juga perlu waspada dengan kondisi jalan yang banyak batu dan lobang bekas air hujannya.
Sebenarnya, aku merasa cukup lelah karena sering di banting motor yang tanpa sengaja nubruk batu atau masuk lubang kecil. maklumlah, bawa motor Matic memang tidak cocok bila memasuki kawasan perhutani ini. Sampai di tengah perjalanan, aku berhenti sejenak. Aku tertarik dengan Pohon yang sengaja di buat untuk istirahat. Tapi, sayangnya, ada kabel PLN yang cukup berbahaya karena jaraknya cukup rendah dari tanah dan mudah di jangkau manusia.
Puas memotret tempat istirahat yang ada di atas kayu, selanjutnya aku teruskan langkahku menyusuri jalanan yang masih agak rusak, bebatu dan berdebu. Memang tidak mudah bagi ku yang baru pertama masuk wilayah Perhuani ini. Terasa angker, jelas..! walaupun aku tinggal di pinggir hutan juga, tapi suasana pertama selalu berbeda. Sudah 3 KM aku telusuri jalanan menanjak hanya untuk melihat secara langsung lokasi AIR TERJUN SELOGIRI. masih belum ku temukan juga, belum ada petunjuk apapun. Sepi, sendiri.
Terkadang, aku di buat kaget oleh hadirnya monyet-monyet yang bergelantungan di dahan sambil 'bengak bengok'. ada juga yang melintas menyebrang jalan. "Duh, maaf ya, nyet...aku gak bawa makanan.." Bathinku..
Selain itu, ada kalimat ARBORETUM yang bersanding dengan papan yang terjatuh tadi. Yang jelas, ku foto lagi. Dan sejujurnya saja, aku merasa merinding berdiam sendiri di lokasi ini, soalnya ada suara gemuruh yang membuat fikiran ku gak enak..hmm... Lokasi AIR TERJUNnya dimana ya..Fikirku..
lalu ku lanjutkan lagi melaju bersama motor matic ku yang mulai 'ngap-ngapan'. aku juga mulai parno, waswas.
Jgleg..!!! lanjutkan perjalanan......
Tak terasa aku sampai di pintu gerbang perkebunan. Aku jadi bingung, Air Terjunnya di mana ya..?? Ah.. sudahlah, tanya ama pak Satpam aja deh..
Kami ngobrol ngalor ngidul, maklumlah.. Sebagai penjaga keamanan tentu harus waspada tho pada setiap tamu yang baru masuk wilayahnya. Ku maklumi aja. Sebab aku cukup capek, jadi sekalian ngobrol, sekalian tanya-tanya tentang perkebunan, masyarakatnya dan aktifitas lainnya. Wah, ternyata, walau jarak dari jalan raya menuju perkebunan mencapai 7 KM tapi banyak juga warga yang tinggal di perkebunan ini. Kata Pak SAIMAN kurang lebih 100 KK.
Dan di lokasi yang jauh dari kota ini memiliki Puskesmas, SD dan tempat bermain lainnya. Masih kata pak SAIMAN. Sebenarnya aku mau masuk perkampungannya, tapi kata pak Satpam masih 1 KM lagi..Alamaakk..!!
Terus aku tanya, dimana lokasi AIR TERJUNnya,.. "oalaaaa..kelewatan, mas... tadi ada PAL 1 KM sebelum kesini., nah di situ AIR TERJUNnya".. Gustiii....Yoweslah, maturnuwun ya pak Satpam..Aman tho kendaraannya.. Siipp....
Aku mutar balik menuju PAL ARBORETUM ...........
Sampainya di lokasi PAL yang bertuliskan ARBORETUM dan "KAMI BERSIH, ANDA NYAMAN. TERIMA KASIH ANDA TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN". Aku berhenti sejenak, Jujur aku takut. Gimana gak takut, lowong aku sendirian saja. Ada 2 ketakutan yang menyusup di hatiku, pertama suara gemuruh yang tadi ku dengar itu ternyata suara AIR TERJUNnya. dan aku paling takut dengan suara itu. Kedua, aku takut motor ku di gandol maling, sebab motor harus di tinggalkan di pinggir jalan sepi. Tapi kata pak Satpam aman sih..dan aku harus berusaha percaya. Soalnya aku uda sampai di lokasi yang menjadi tujuan utama. AIR TERJUN SELOGIRI.
Bismillah...
Memasuki semak, ku dengar gemuruh sungai, di tambah suara monyet bersahutan kian melengkapi rasa takut ku. Busyet..!! Mau balik arah alias ngacir uda gak mungkin. Lanjuuuttt, walau hati dag dig dug...
Jalan setapak yang hanya muat untuk satu orang ini membuat ku harus hati-hati. Alamaaakk..!! pemandangnnya luar biasa.!! Terlihat dari jauh AIR TERJUN SELOGIRI menyambutku. (padahal, melihatnya saja aku takut, pohon besar, tebing terjal, ih..serem. tapi sekaligus takjub). Fantastis..!!
Pelan tapi pasti, ku telusuri sendiri mendekati lokasi. Sepi, dan bayang-bayang angker seolah mengelilingi ku..Cemen ya...? emang..! Ku coba adaptasi, Ku foto sendiri. Lalu aku mulai berani, Ku memfoto diri sendiri dengan menggunakan Timer pada kamera yang ku bawa. (sekaligus therapy neh)..
Dan inilah AIR TERJUN SELOGIRI yang ku cari, meski tak banyak mengambil objek dari berbagai sudut, ya inilah yang bisa ku potret dan ku tulis untuk hari ini.





0 komentar:
Posting Komentar