Memasuki usia 35 Tahun, banyak hal yang telah ku lalui. Tapi aku merasa masih sedikit pengetahuan yang ku miliki. Pengalaman yang terbatas waktu, wawasan yang sering terbentur dengan kebodohanku membuat ku selalu bergumam " Siapa aku"?.
Disis lain, aku merasa iri dengan teman, sahabat-sahabat ku yang begitu 'gendut' pengetahuannya, pengalamannya dan begitu 'melar' pengabdiannya. Aku hanya bisa bangga bisa kenal mereka dan dengan sedikit nakal, ku caploki 'lemak-lemak' ilmunya. Dengan harapan, aku bisa terserang 'kolesterol' pengetahuan yang di miliki oleh mereka.
Memasuki usia 35 Tahun. Aku masih belum merasakan sejatinya 'kemanfaatan' diri ini. Baik manfaat buat keluarga apalagi manfaat untuk bangsa. Ingin rasanya aku berteriak untuk menghempaskan kehampaan jiwa ini bersama debur ombak yang juga berontak pada karang-karang di lautan. Tapi aku tak berdaya, terasa tak bernyawa walau sejuta kedipan mata telah menembus awan di angkasa.
Memasuki usia 35 tahun, semakin tak terasa bila angka-angka umur akan menjamur, menggerogoti jiwa dan raga yang kian mendekati kubur. Sungguh, aku masih terpanggang dalam bara takabbur. Kesombongan ini masih bersarang disini, disini di hati ini. Tetap subur.
Perjalanan hidup memang selalu memiliki cerita tersendiri. Dan harus ku akui, bahwa aku masih harus terus belajar kepada mereka, teman dan sahabat-sahabatku yang selama ini banyak mengajariku tanpa harus menggurui seperti orang-orang dungu.
Sekarang akan ku mulai bercerita, tentang sekelumit kisah anak manusia. AKU DAN PERJALANAN KU dalam potret kelabu masa lalu.

0 komentar:
Posting Komentar