Banyak cara yang di lakukan anak bangsa untuk menjadikan momen kemerdekaan menjadi lebih istimewah. Salah satunya seperti yang di lakukan oleh penulis sejarah Sumono Abdul Hamid yang sengaja datang dari Jakarta ke Banyuwangi guna menyerahkan bantuan ‘Nogo Barong’ kepada pelaku seni yang ada di Banyuwangi. Salah satu sanggar yang mendapat ‘Nogo barong’ adalah Sanggar Dewi Sri, milik kang Indra Gunawan, Alas malang Singonjuruh.
Serah terima yang digelar di sanggar lukis kang S. Yadi oleh Bapak Sumono Abdul Hamid atau biasa di panggil pak SAH, di terima langsung oleh ketua sanggar Dewi Sri, kang Indra, dan di saksikan oleh ketua DKB Syamsudin Adlawi. Budayawan dan sastrawan Banyuwangi, Bapak Hasnan Singodimayan. Pelukis Banyuwangi, kang S. Yadi serta perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi.
Dalam sambutan singkatnya, pak SAH berharap agar seni budaya di Banyuwangi bisa tetap di lestarikan. Karena Banyuwangi merupakan barometer kesenian, budaya dan sejarah yang komplit di pulau Jawa. “ Melestarikan kebudayaan itu tanggung jawab kita bersama dimanapun wong Osing itu berada”. Kata pak SAH ketika ‘rembug gesah’ dengan para seniman dan pelestari budaya Banyuwangi, diantaranya ada kang Moh. Syaiful, pak Sayun Sisiyanto, kang Purwadi, kang Agus Riyanto, kang Arief Wibowo, serta kang Sugiono yang membuat ‘Nogo Barong’ di ruang tamu sanggar kang Yadi.








