SERAH TERIMA "NOGO BARONG" OLEH PENULIS SEJARAH SUMONO ABDUL HAMID

on Minggu, 17 Agustus 2014

Banyak cara yang di lakukan anak bangsa untuk menjadikan momen kemerdekaan menjadi lebih istimewah. Salah satunya seperti yang di lakukan oleh penulis sejarah Sumono Abdul Hamid yang sengaja datang dari Jakarta ke Banyuwangi guna menyerahkan bantuan ‘Nogo Barong’ kepada pelaku seni yang ada di Banyuwangi. Salah satu sanggar yang mendapat ‘Nogo barong’ adalah Sanggar Dewi Sri, milik kang Indra Gunawan, Alas malang Singonjuruh.

Serah terima yang digelar  di sanggar lukis kang S. Yadi oleh Bapak Sumono Abdul Hamid atau biasa di panggil pak SAH, di terima  langsung oleh ketua sanggar Dewi Sri, kang Indra, dan di saksikan oleh ketua DKB Syamsudin Adlawi. Budayawan dan sastrawan Banyuwangi, Bapak Hasnan Singodimayan. Pelukis Banyuwangi, kang S. Yadi serta perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi.


Dalam sambutan singkatnya, pak SAH berharap agar seni budaya di Banyuwangi bisa tetap di lestarikan. Karena Banyuwangi merupakan barometer kesenian, budaya dan sejarah yang komplit di pulau Jawa. “ Melestarikan kebudayaan itu tanggung jawab kita bersama dimanapun wong Osing itu berada”. Kata pak SAH ketika ‘rembug gesah’ dengan para seniman dan pelestari budaya Banyuwangi, diantaranya ada kang Moh. Syaiful, pak Sayun Sisiyanto, kang Purwadi, kang Agus Riyanto, kang Arief Wibowo, serta kang Sugiono yang membuat ‘Nogo Barong’ di ruang tamu sanggar kang Yadi.

AMANAH DARI BAPAK SUMONO ABDUL HAMID JAKARTA ( II )

on Minggu, 27 Juli 2014

Hendrawan Lingk. Papring
Mendekati detik-detik hari raya Idul Fitri 1435 H. Saya harus melanjutkan perjalanan untuk menyampaikan amanah dari saudara sekaligus guru senior saya, Bapak SUMONO ABDUL HAMID, untuk membagikan sedikit rezekinya buat anak Yatim dan Miskin  di beberapa lokasi Desa yang berbeda tapi masih dalam kawasan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.



Penerima dari Dusun Mencilsari Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dan Lingkungan Papring, Lingkungan Sawahan, Lingkungan Wangkal Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

Ibu MARHAYU Dsn Mencilsari - Ketapang

Bapak ZAINI Dsn Mencilsari - Ketapang

Bapak/Ibu SYAMSURI Dsn Mencilsari - Ketapang
Ibu SURI Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro

Ibu FATMA DsnWangkal - Kel. Kalipuro


FARID & LAILA Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro

INDAH Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro


Ibu NAHIM Lingk. Sawahan - Kel. Kalipuro


Alhamdulillah, walaupun harus menembus hutan dan sungai. Akhirnya sampai juga pembagian 'Door to Door' ini.
Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak saya ucapkan untuk Bapak SUMONO ABDUL HAMID.

CINTA ISTIMEWAH DI BULAN PUASA

on Senin, 21 Juli 2014


Berpisah dan bertemu sudah menjadi bagian dari kodrat manusia. Seperti dalam minggu ini, aku merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan sesorang yang (bagiku) sangat istimewah.

Seorang gadis lugu dan apa adanya, telah menumbuhkan kembali benih-benih cinta yang telah lama mengendap rasa. Namanya Novita, pertama kali bertemu dengannya, ada sesuatu yang menjalar dalam jiwaku, bukan hanya sekedar suka tapi lebih dari itu, yaitu rasa sayang.

14 Juli telah menghantarkan aku kerumahnya, karena jasa seorang sahabat (Firdaus namanya) aku di pertemukan dengan Vita. Memang tak ada yang luar biasa dari hubungan komunikasi yang kami jalanai, walaupun jarak umur terpaut 18 tahun tapi jika bicara tentang rasa sepertinya tak peduli dengan angka-angka usia. ah...

Malam minggu, aku dan vita serta ibunya melanjutkan komunikasi dengan cara kumpul bareng dan belanja di 'Senggol' Taman Blambangan. kami bertemu dengan teman, sahabat dan kenalan masing-masing dan akhirnya ngumpul bareng di Taman Sritanjung. Waduh..uangku kurang.......!@#$%&^*()_+|

Sejak malam minggu berlalu, hubungan kami makin diwarnai kebahagiaan. Semoga saja, hubungan kami  merupakan berkah perkenalan sejati dari hati ke hati  di bulan Ramadhan ini.


AMANAH BAPAK SUMONO ABDUL HAMID UNTUK YATIM dan DHUAFA.

on Sabtu, 19 Juli 2014



Sekitar pukul 14.50 (12 Juli 2014) saya mendapat SMS dari seorang sahabat sekaligus guru dan senior saya, yang selama ini banyak membantu memberikan inspirasi pada saya. Padahal kami hanya bertemu satu kali waktu acara ramah tamah di rumah pelukis Banyuwangi, kang Yadi. Isi SMSnya adalah minta nomor rekening dan langsung saya kirim. Tak lama kemudian, saya mendapat SMS lagi pada tanggal 13 Juli 2014 dengan kalimat singkatnya "Saya sudah kirim uang untuk kegiatan adik".

Jujur saya kaget karena bagaimana pun juga kita jarang komunikasi, tapi saya sering 'ngintip' tulisan-tulisan beliau di Blognya (http://padangulan.wordpress.com/). Dan singkat cerita, setelah saya cek di ATM, Saya langsung musyawarah dengan sahabat-sahabat pengurus (http://laskarpemudapapring.blogspot.com/), teman-teman RT/RW, akhirnya kiriman dari sahabat 'maya' saya di putuskan untuk di serahkan pada anak-anak Yatim dan orang Miskin, dengan cara di serahkan langsung kerumah masing-masing penerima.

Sebenarnya, nama si pengirimnya sudah tidak asing bagi seniman dan budayawan di Banyuwangi. Apalagi bagi para Jurnalis pecinta sejarah Blambangan. Beliau adalah Bapak Sumono Abdul Hamid (https://www.facebook.com/sumono.hamid?ref=ts&fref=ts) yang telah banyak menulis berbagai denyut nadi dari peristiwa yang pernah terjadi di Banyuwangi.








Terima Kasih Bapak Sumono.

REPORTASE : IRWAN SETIAWAN. PERDA PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU PROVINSI JAWA TIMUR

on Kamis, 17 Juli 2014

Pemerintah provinsi jawa Timur semakin getol untuk mensosialisasikan pentingnya kebersihan lingkungan bagi masyarakat. Bersama DPRD jawa Timur yang dalam hal ini berada dalam kewenangan komisi D, pemda setempat berkomitmen untuk menjadikan Kota Surabaya khususnya semakin bersih dari sampah. Hal tersebut di ungkapkan Irwan setiawan, Anggota DPRD provinsi jawa Timur saat di temui Reporter Radio Banyuwangi FM 89.7 MHz ketika berkunjung ke Banyuwangi kemarin.

Dalam komitmennya, kata Irwan. pemerintah jawa Timur saat ini telah memiliki Perda Nomor.04 Tahun 2010 tentang " Pengelolaan sampah terpadu ". yang mana sampah-sampah tersebut sebelum di olah maka akan di lakukan pemilahan mana yang Organik dan Non Organik.

Dengan adanya perda Nomor 04 Tahun 2010 itu, irwan berharap agar Pemerintah daerah Kota atau kabupaten bisa ikut serta peduli pada sampah. Apalagi bagi kabupaten Banyuwangi yang pada Tahun kemarin telah meraih piala Adipura. Selain itu, agar lebih meningkatkan kebersihan lingkungan dan tidak mengganggu pencemaran, Irwan menganjurkan agar pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera membuat TPSA (Tempat pembuangan sampah Akhir) di kecamatan lain. Tidak hanya mengandalkan TPSA yang saat ini berada di Lingkungan Bulusan kecamatan Kalipuro yang sudah over kapasitas.

Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, tentu Pemkab Banyuwangi juga harus siap mengelolah sampah dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dan mau bekerja sama dengan lembaga-lembaga peduli lingkungan lainnya agar banyuwangi semakin lebih baik lagi.

REPORTASE : DINAS PERTANIAN LOUNCHING "GERAKAN PENANAMAN BIBIT PERKEBUNAN" BANYUWANGI





Untuk mensukseskan Gerakan penanaman 1 Milyar Pohon yang di gagas pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pertanian, Perkebunan dan kehutanan Banyuwangi, jumat pagi 'Melaunching Gerakan penanaman Bibit Perkebunan' di Lingkungan Suko, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Dalam lounching penanaman bibit perkebunan ini, dihadiri oleh Ir. H. IKRORI selaku Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan kehutanan Banyuwangi, yang telah memberikan bantuan sebanyak 6.046 bibit cengkeh, 4000 bibit Kopi dan 1500 bibit Kelapa. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas yang murah senyum ini secara simbolis menyerahkan bibit Kopi kepada ketua kelompok Masyarakat "SUKA MAJU", yaitu H. Ahmad Syafii.

Selain itu hadir pula kepala Bidang pertanian, Muhammad Khoiri,yang secara simbolis menyerahkan bibit cengkeh, serta Camat Kalipuro Nurhadi, yang menyerahkan bibit Kelapa kepada perwakilan masyarakat Suko. Yang mana , ketiga jenis pohon ini merupakan bantuan langsung dari dinas pertanian, Perkebunan dan kehutanan Banyuwangi.
Sementara itu, Lurah Gombengsari Farid isnaini terlihat juga turut mendampingi ' lounching Gerakan penanaman Bibit Perkebunan ' yang di laksanakan di wilayah tugasnya.







Selesai serah terima bibit pohon, kepala Dinas Ikrori juga melakukan penanaman secara simbolis di ikuti oleh Kabid M. Khoiri, camat Kalipuro dan Babinsa kecamatan Kalipuro.

(WAKTU SAYA)reporter Banyuwangi FM 89.7 MHz, Ikrori mengatakan bahwa tujuan penanaman bibit perkebunan ini adalah sebagai wujud kepeduliannya utk ikut serta mensukseskan program pemerintah Banyuwangi dalam 'sedekah Oksigen' yang telah di launching pemkab Banyuwangi pada bulan desember kemarin.

Ikrori mengatakan, 'bantuan bibit pohon Kopi, Pohon kelapa dan Pohon cengkeh ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang kesejahteraan hidup masyarakat karena jenis pohonnya bisa menghasilkan buah yang bisa di olah, dan pohonnya bisa mensuplai oksigen demi kelangsungan hidup manusia agar tidak lagi kekurangan oksigen di masa mendatang'. Pungkasnya..

REPORTASE : DOKTER BINTARI, BEROBAT DENGAN 'BAYAR' SAMPAH DI BANYUWANGI



Tidak banyak Dokter yang mau berkecipung dengan dunia sampah, apalagi jika berobat hanya dengan membayar menggunakan Sampah. 


Tapi lain halnya dengan apa yang di lakukan oleh dr. BINTARI ini berbeda. Dokter yang membuka praktek di jalan K.H. Agus Salim ini selalu siap menerima pasiennya hanya dengan sampah.
Caranya..??? 


Masyarakat melakukan pemilahan sampah di tiap rumah tangga, sampah anorganik di setorkan ke bank sampah unit masing-masing di catat dalam bentuk rekening anggota.


Bagi yg memiliki rekening tabungan sampah di bank sampah unit, tinggal datang ke klinik dr.BINTARI dan menunjukkan buku tabungannya. Pasien yg datang berobat akan di layani sama seperti pasien umum lainnya. kata Dokter yang ramah ini saat di temui (WAKTU SAYA ) Reporter Banyuwangi FM 89.7 MHz di ruang Prakteknya setelah menggelar Lounching " Berobat Bayar Sampah " kemarin.

Lebih lanjut, " Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah memilik nilai ekonomis. Selain itu, Membuat kompos, mendaur ulang, menabung sampah anorganik ke bank sampah unit. akan menjadikan masyarakat lebih peduli pada sampah dan sampah memberikan nominal tinggi pada masyarakat". Imbuhnya.

Indonesia Sehat bisa dimulai dari Rumah Tangga. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dimulai dari diri sendiri, sejak usia dini, dimulai dari hal-hal kecil, sekarang juga..!!

Siap Ibu Dokter...!!!