BERSAMA BUDAYAWAN, FATRAH ABAL "GELANG ALIT"

on Selasa, 15 Juli 2014


Wis kelakon semene lawase
Isun yo riko kedyani
Semono sun imbyangi
Mulo riko kudyangane ati


Bagi masyarakat Banyuwangi tentu tidak akan pernah lupa dengan syair lagu 'Gelang Alit' ini. Lagu yang telah mengangkat nama penyanyi Sumiati ke pentas seni musik lokal hingga Nasional. Dan siapakah penulis lagu 'Gelang Alit' itu..? Tak lain dan tak bukan, beliau adalah Fatrah Abal. Sosok pria ini memang tidak se_populer penulis yang lain, tapi karyanya begitu banyak dan tanpa tanding.

Fatrah Abal lahir di Banyuwangi pada tanggal 16 Agustus 1933. Pendidikan terakhir adalah PGA (Pendidikan Guru Agama), tahun 1954 di Jember. Keterlibatan dalam tulis menulis syair lagu-lagu Banyuwangi, berangkat dari keinginan untuk melestarikan Bahasa Using.

Beberapa waktu yang lalu, saya berjumpa dengan pak Fat  dan bercerita pernah bertemu dengan seorang peneliti Kebudayaan dari California, Amerika Serikat bernama Martha yang mengatakan, bahwa suatu saat Bahasa Using akan punah apabila tidak segera diselamatakan. Dan tentu saja, kunjungan saya bukan untuk menyelamatkan Bahasa using, tetapi saya berkunjung untuk bertemu menyampaikan amanat dari salah satu sahabat saya yang saat ini tinggal di America, namanya mbak Sari Chisholm (ttps://www.facebook.com/sari.chisholm?fref=ts) yang menitipkan hadiah buat pak Fat.   

pak Fat. tidak bisa memainkan alat musik, tetapi bisa membuat lagu. Biasanya inspirasi syair dan lagu datang bersamaan, tetapi lagu tersebut direkam dalam kasset. pak Fat tidak menulisnya dalam bentuk notasi, karena memang tidak menguasai seni musik tersebut.

Dalam sehari,  pak Fat bisa menghasilkan 4 hingga 5 syair dan lagunya. Namun untuk penyempurnaan, syair lagu tersebut akan diserahkan kepada teman-temannya yang mengusai not balok, seperti Machfud harianto dan BS Noerdian. Mengenai jumlah syair dan lagu yang diciptakan,  pak Fat mengaku lupa dan memang tidak dokumentantif.

Kalau memang sangat diperlukan, pak Fat akan mendatangi Toko Kasset dan mencatat syair-syair yang pernah di ciptakan dan masuk dapur rekaman.

  Fatrah Abal juga pernah menekuni Syair-Syair Seblang, untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Selain itu juga menulis kritis tentang “Serat Damarulan”. Bahkan  pak Fat juga menciptakan syair lagu yang bercerita tentang tokoh Menak Jinggo menurut versi orang Banyuwangi, judulnya Jimat Wesi Kuning.

Dalam pertemuan singkat tersebut, saya sangat kagum dengan daya ingat beliau dengan Bahasa usingnya, Syair-Syairnya, Wangsalannya dan semua yang serba berbau Banyuwangi, Using khususnya.

Luar Biasa.!!

Terima kasih
pak Fat.

0 komentar:

Posting Komentar