SERAH TERIMA "NOGO BARONG" OLEH PENULIS SEJARAH SUMONO ABDUL HAMID

on Minggu, 17 Agustus 2014

Banyak cara yang di lakukan anak bangsa untuk menjadikan momen kemerdekaan menjadi lebih istimewah. Salah satunya seperti yang di lakukan oleh penulis sejarah Sumono Abdul Hamid yang sengaja datang dari Jakarta ke Banyuwangi guna menyerahkan bantuan ‘Nogo Barong’ kepada pelaku seni yang ada di Banyuwangi. Salah satu sanggar yang mendapat ‘Nogo barong’ adalah Sanggar Dewi Sri, milik kang Indra Gunawan, Alas malang Singonjuruh.

Serah terima yang digelar  di sanggar lukis kang S. Yadi oleh Bapak Sumono Abdul Hamid atau biasa di panggil pak SAH, di terima  langsung oleh ketua sanggar Dewi Sri, kang Indra, dan di saksikan oleh ketua DKB Syamsudin Adlawi. Budayawan dan sastrawan Banyuwangi, Bapak Hasnan Singodimayan. Pelukis Banyuwangi, kang S. Yadi serta perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi.


Dalam sambutan singkatnya, pak SAH berharap agar seni budaya di Banyuwangi bisa tetap di lestarikan. Karena Banyuwangi merupakan barometer kesenian, budaya dan sejarah yang komplit di pulau Jawa. “ Melestarikan kebudayaan itu tanggung jawab kita bersama dimanapun wong Osing itu berada”. Kata pak SAH ketika ‘rembug gesah’ dengan para seniman dan pelestari budaya Banyuwangi, diantaranya ada kang Moh. Syaiful, pak Sayun Sisiyanto, kang Purwadi, kang Agus Riyanto, kang Arief Wibowo, serta kang Sugiono yang membuat ‘Nogo Barong’ di ruang tamu sanggar kang Yadi.

AMANAH DARI BAPAK SUMONO ABDUL HAMID JAKARTA ( II )

on Minggu, 27 Juli 2014

Hendrawan Lingk. Papring
Mendekati detik-detik hari raya Idul Fitri 1435 H. Saya harus melanjutkan perjalanan untuk menyampaikan amanah dari saudara sekaligus guru senior saya, Bapak SUMONO ABDUL HAMID, untuk membagikan sedikit rezekinya buat anak Yatim dan Miskin  di beberapa lokasi Desa yang berbeda tapi masih dalam kawasan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.



Penerima dari Dusun Mencilsari Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dan Lingkungan Papring, Lingkungan Sawahan, Lingkungan Wangkal Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

Ibu MARHAYU Dsn Mencilsari - Ketapang

Bapak ZAINI Dsn Mencilsari - Ketapang

Bapak/Ibu SYAMSURI Dsn Mencilsari - Ketapang
Ibu SURI Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro

Ibu FATMA DsnWangkal - Kel. Kalipuro


FARID & LAILA Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro

INDAH Dsn Wangkal - Kel. Kalipuro


Ibu NAHIM Lingk. Sawahan - Kel. Kalipuro


Alhamdulillah, walaupun harus menembus hutan dan sungai. Akhirnya sampai juga pembagian 'Door to Door' ini.
Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak saya ucapkan untuk Bapak SUMONO ABDUL HAMID.

CINTA ISTIMEWAH DI BULAN PUASA

on Senin, 21 Juli 2014


Berpisah dan bertemu sudah menjadi bagian dari kodrat manusia. Seperti dalam minggu ini, aku merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan sesorang yang (bagiku) sangat istimewah.

Seorang gadis lugu dan apa adanya, telah menumbuhkan kembali benih-benih cinta yang telah lama mengendap rasa. Namanya Novita, pertama kali bertemu dengannya, ada sesuatu yang menjalar dalam jiwaku, bukan hanya sekedar suka tapi lebih dari itu, yaitu rasa sayang.

14 Juli telah menghantarkan aku kerumahnya, karena jasa seorang sahabat (Firdaus namanya) aku di pertemukan dengan Vita. Memang tak ada yang luar biasa dari hubungan komunikasi yang kami jalanai, walaupun jarak umur terpaut 18 tahun tapi jika bicara tentang rasa sepertinya tak peduli dengan angka-angka usia. ah...

Malam minggu, aku dan vita serta ibunya melanjutkan komunikasi dengan cara kumpul bareng dan belanja di 'Senggol' Taman Blambangan. kami bertemu dengan teman, sahabat dan kenalan masing-masing dan akhirnya ngumpul bareng di Taman Sritanjung. Waduh..uangku kurang.......!@#$%&^*()_+|

Sejak malam minggu berlalu, hubungan kami makin diwarnai kebahagiaan. Semoga saja, hubungan kami  merupakan berkah perkenalan sejati dari hati ke hati  di bulan Ramadhan ini.


AMANAH BAPAK SUMONO ABDUL HAMID UNTUK YATIM dan DHUAFA.

on Sabtu, 19 Juli 2014



Sekitar pukul 14.50 (12 Juli 2014) saya mendapat SMS dari seorang sahabat sekaligus guru dan senior saya, yang selama ini banyak membantu memberikan inspirasi pada saya. Padahal kami hanya bertemu satu kali waktu acara ramah tamah di rumah pelukis Banyuwangi, kang Yadi. Isi SMSnya adalah minta nomor rekening dan langsung saya kirim. Tak lama kemudian, saya mendapat SMS lagi pada tanggal 13 Juli 2014 dengan kalimat singkatnya "Saya sudah kirim uang untuk kegiatan adik".

Jujur saya kaget karena bagaimana pun juga kita jarang komunikasi, tapi saya sering 'ngintip' tulisan-tulisan beliau di Blognya (http://padangulan.wordpress.com/). Dan singkat cerita, setelah saya cek di ATM, Saya langsung musyawarah dengan sahabat-sahabat pengurus (http://laskarpemudapapring.blogspot.com/), teman-teman RT/RW, akhirnya kiriman dari sahabat 'maya' saya di putuskan untuk di serahkan pada anak-anak Yatim dan orang Miskin, dengan cara di serahkan langsung kerumah masing-masing penerima.

Sebenarnya, nama si pengirimnya sudah tidak asing bagi seniman dan budayawan di Banyuwangi. Apalagi bagi para Jurnalis pecinta sejarah Blambangan. Beliau adalah Bapak Sumono Abdul Hamid (https://www.facebook.com/sumono.hamid?ref=ts&fref=ts) yang telah banyak menulis berbagai denyut nadi dari peristiwa yang pernah terjadi di Banyuwangi.








Terima Kasih Bapak Sumono.

REPORTASE : IRWAN SETIAWAN. PERDA PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU PROVINSI JAWA TIMUR

on Kamis, 17 Juli 2014

Pemerintah provinsi jawa Timur semakin getol untuk mensosialisasikan pentingnya kebersihan lingkungan bagi masyarakat. Bersama DPRD jawa Timur yang dalam hal ini berada dalam kewenangan komisi D, pemda setempat berkomitmen untuk menjadikan Kota Surabaya khususnya semakin bersih dari sampah. Hal tersebut di ungkapkan Irwan setiawan, Anggota DPRD provinsi jawa Timur saat di temui Reporter Radio Banyuwangi FM 89.7 MHz ketika berkunjung ke Banyuwangi kemarin.

Dalam komitmennya, kata Irwan. pemerintah jawa Timur saat ini telah memiliki Perda Nomor.04 Tahun 2010 tentang " Pengelolaan sampah terpadu ". yang mana sampah-sampah tersebut sebelum di olah maka akan di lakukan pemilahan mana yang Organik dan Non Organik.

Dengan adanya perda Nomor 04 Tahun 2010 itu, irwan berharap agar Pemerintah daerah Kota atau kabupaten bisa ikut serta peduli pada sampah. Apalagi bagi kabupaten Banyuwangi yang pada Tahun kemarin telah meraih piala Adipura. Selain itu, agar lebih meningkatkan kebersihan lingkungan dan tidak mengganggu pencemaran, Irwan menganjurkan agar pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera membuat TPSA (Tempat pembuangan sampah Akhir) di kecamatan lain. Tidak hanya mengandalkan TPSA yang saat ini berada di Lingkungan Bulusan kecamatan Kalipuro yang sudah over kapasitas.

Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, tentu Pemkab Banyuwangi juga harus siap mengelolah sampah dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dan mau bekerja sama dengan lembaga-lembaga peduli lingkungan lainnya agar banyuwangi semakin lebih baik lagi.

REPORTASE : DINAS PERTANIAN LOUNCHING "GERAKAN PENANAMAN BIBIT PERKEBUNAN" BANYUWANGI





Untuk mensukseskan Gerakan penanaman 1 Milyar Pohon yang di gagas pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pertanian, Perkebunan dan kehutanan Banyuwangi, jumat pagi 'Melaunching Gerakan penanaman Bibit Perkebunan' di Lingkungan Suko, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Dalam lounching penanaman bibit perkebunan ini, dihadiri oleh Ir. H. IKRORI selaku Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan kehutanan Banyuwangi, yang telah memberikan bantuan sebanyak 6.046 bibit cengkeh, 4000 bibit Kopi dan 1500 bibit Kelapa. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas yang murah senyum ini secara simbolis menyerahkan bibit Kopi kepada ketua kelompok Masyarakat "SUKA MAJU", yaitu H. Ahmad Syafii.

Selain itu hadir pula kepala Bidang pertanian, Muhammad Khoiri,yang secara simbolis menyerahkan bibit cengkeh, serta Camat Kalipuro Nurhadi, yang menyerahkan bibit Kelapa kepada perwakilan masyarakat Suko. Yang mana , ketiga jenis pohon ini merupakan bantuan langsung dari dinas pertanian, Perkebunan dan kehutanan Banyuwangi.
Sementara itu, Lurah Gombengsari Farid isnaini terlihat juga turut mendampingi ' lounching Gerakan penanaman Bibit Perkebunan ' yang di laksanakan di wilayah tugasnya.







Selesai serah terima bibit pohon, kepala Dinas Ikrori juga melakukan penanaman secara simbolis di ikuti oleh Kabid M. Khoiri, camat Kalipuro dan Babinsa kecamatan Kalipuro.

(WAKTU SAYA)reporter Banyuwangi FM 89.7 MHz, Ikrori mengatakan bahwa tujuan penanaman bibit perkebunan ini adalah sebagai wujud kepeduliannya utk ikut serta mensukseskan program pemerintah Banyuwangi dalam 'sedekah Oksigen' yang telah di launching pemkab Banyuwangi pada bulan desember kemarin.

Ikrori mengatakan, 'bantuan bibit pohon Kopi, Pohon kelapa dan Pohon cengkeh ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang kesejahteraan hidup masyarakat karena jenis pohonnya bisa menghasilkan buah yang bisa di olah, dan pohonnya bisa mensuplai oksigen demi kelangsungan hidup manusia agar tidak lagi kekurangan oksigen di masa mendatang'. Pungkasnya..

REPORTASE : DOKTER BINTARI, BEROBAT DENGAN 'BAYAR' SAMPAH DI BANYUWANGI



Tidak banyak Dokter yang mau berkecipung dengan dunia sampah, apalagi jika berobat hanya dengan membayar menggunakan Sampah. 


Tapi lain halnya dengan apa yang di lakukan oleh dr. BINTARI ini berbeda. Dokter yang membuka praktek di jalan K.H. Agus Salim ini selalu siap menerima pasiennya hanya dengan sampah.
Caranya..??? 


Masyarakat melakukan pemilahan sampah di tiap rumah tangga, sampah anorganik di setorkan ke bank sampah unit masing-masing di catat dalam bentuk rekening anggota.


Bagi yg memiliki rekening tabungan sampah di bank sampah unit, tinggal datang ke klinik dr.BINTARI dan menunjukkan buku tabungannya. Pasien yg datang berobat akan di layani sama seperti pasien umum lainnya. kata Dokter yang ramah ini saat di temui (WAKTU SAYA ) Reporter Banyuwangi FM 89.7 MHz di ruang Prakteknya setelah menggelar Lounching " Berobat Bayar Sampah " kemarin.

Lebih lanjut, " Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah memilik nilai ekonomis. Selain itu, Membuat kompos, mendaur ulang, menabung sampah anorganik ke bank sampah unit. akan menjadikan masyarakat lebih peduli pada sampah dan sampah memberikan nominal tinggi pada masyarakat". Imbuhnya.

Indonesia Sehat bisa dimulai dari Rumah Tangga. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dimulai dari diri sendiri, sejak usia dini, dimulai dari hal-hal kecil, sekarang juga..!!

Siap Ibu Dokter...!!!

REPORTASE : TIMNAS U-19 DI BANYUWANGI




Sebelum memasuki pertandingan persahabatan antara Persewangi melawan U-19 yang akan di gelar besok, Timnas U-19 'menjajal' Stadion diponegoro guna beradaptasi dengan lapangan yang tentu saja berbeda dengan GBK (gelora BungKarno) jakarta.

Kehadiran anak asuh Indra Sjafri ini ternyata mendapat sambutan yang positip dari masyarakat Banyuwangi. Khususnya Laros mania dan laros jenggirat yang langsung menyambut kehadiran Timnas U-19 di bandara Blimbingsari hingga ke Hotel ketapang Indah Banyuwangi.

Sementara untuk informasi harga tiket, Persewangi mematok mahal tiket pertandingan uji coba yang akan di gelar besok.
Harga tiket ekonomi Rp 50 ribu, tiket utama Rp 100 ribu, dan tiket VIP Rp 150 ribu per orang. Biasanya tiket ekonomi kurang dari separuhnya. Sedangkan harga tiket untuk pendukung Persewangi, Lare Osing (Laros), Rp 25 ribu.



Tak dapat di pungkiri jika kehadiran pelatih Indra Sjafri di Banyuwangi salah satunya adalah untuk mencari bakat-bakat terpendam daerah, dan kali ini Indra Sjafri secara tidak langsung mencari bakat-bakat muda itu di Banyuwangi.

Indra Sjafri mengatakan, bahwa kehadirannya di Bumi Blambangan ini tidak menutup kemungkinan untuk memilih salah satu pemain yang sekiranya memiliki kreteria seperti yang telah di lakukannya selama ini. "karena putra daerah memiliki bakat yang kuat jika benar-benar di bina dengan baik" Tuturnya pada wartawan usai 'njajal' Stadion Diponegoro tadi sore.

Okey...Semoga ada yang masuk kreteria ya pak..........

REPORTASE : PERSIAPAN PROGRAM HARI SAMPAH NASIONAL DI KANTOR DKP BANYUWANGI




Bertempat di kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi, tadi Siang ketua Panitia Hari Sampah Nasional, Slamet Sumarto, ST mengundang beberapa perwakilan dari lembaga Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup, PDAM, PLN, LSM peduli Lingkungan, Media dan pemilik wisata alam untuk rembug bareng guna suksesnya acara memperingati hari Sampah Nasional yg rutin di laksanakan pada Tanggal 21 Februari.

Dalam rapat yg juga dihadiri oleh kepala DKP, ARIEF SETIAWAN, telah menetapkan beberapa agenda yg akan di Mulai pada Tanggal 28 Februari Hingga 17 Maret 2014.

Dan Radio BanyuwangiFM akan menjadi salah satu media yang akan melaporkan secara langsung dari lokasi-lokasi tempat kegiatan.



1. KERJA BAKTI MASSAL ( Jumat, 28 Februari 2014, Pukul. 06.00 s/d selesai )

Kegiatan ini akan di laksanakan di sepanjang jalan lingkar utara (mulai utara jembatan masuk ke pantai BOOM sampai dengan belakang kawasan wisata MIRAH) Kelurahan Kampung Mandar.

Peserta : Semua PNS Jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi(Sekretariat Pemkab / Badan / Dinas / Kantor / Kecamatan / dan Kelurahan dalam Kota Banyuwangi.

Kita berharap agar kawasan pesisir kampung mandar bisa menjadi kawasan bersih sebagai wilayah percontohan. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan contoh konkrit dari para birokrasi kepada masyarakat untuk peduli pada kebersihan dan kesehatan.


 2. LOUNCHING BEROBAT KE DOKTER DG BAYAR SAMPAH ( Jumat, 28 Februari 2014, Pukul. 15.00 s/d selesai )

Pelaksanaannya akan di laksanakan di Tempat Praktek dr. Bintari yang Ada di Jl. KH. Agus Salim. Kampung Baru Banyuwangi.

dr. Bintari merupakan sosok yg sangat peduli dg kebersihan Lingkungan, seperti yg pernah di ungkapkannya saat talkshow di radio Banyuwangi FM jumat lalu.


3. GERAKAN 1.000 BIOPORI ( 5 Maret 2014, Jam di sesuaikan )

Kegiatan ini akan di laksanakan di wilayah Kota Banyuwangi dan Giri dengan melibatkan RT, Sekolah, Perkantoran, Tempat Ibadah.

4. SUSUR SUNGAI (9 Maret 2014. Pukul. 06.00 s/d selesai)

Lokasi sungai Lo atau Kalilo akan menjadi objek penyisiran sampah dengan meibatkan Mapala UNIBA, Mapala POLIWANGI, LSM X-BADENG Adventure.

5. DEMONTRASI PENGURANGAN VOLUME SAMPAH (16 Maret 2014. Pukul 06.00 s/d Selesai)

Adapun lokasi kegiatan meliputi :
- Perumahan Kalirejo Permai Kecamatan Kabat
- Perumahan Griya Giri Mulya Kecamatan Kalipuro

6. LOMBA PENATAAN TAMAN INDOOR & TEMPAT SAMPAH (DISPLAY) KHUSU DI UANG TAMU/LOBBY PERKANTORAN
( 5 & 6 Maret 2014 )


7. PERTANDINGAN KERJA BAKTI "ON AIR " (KERJA BAKTI)
( Minggu, 2 Maret 2014. Pukul 06.00 s/d selesai)


Lokasi Lomba :
1. Perumahan Kecamatan Banyuwangi.
2. Perumahan kecamatan Giri
3. Perumahan Kecamatan Glagah.
4. Perumahan Kecamatan Kalipuro.

Dari jam 06.00 settiap perumahan wajib memutar Frekwensi Banyuwangi FM 89.7 MHz untuk mengetahui perkembangan dari setiap perumahan yang akan di laporkan secara langsung.

8. APEL KESADARAN NASIONAL BULAN MARET 2014 YANG DI RANGKAI DENGAN PERINGATAN HARI SAMPAH NASIONAL.

Lokasi : Halaman Kantor pemkab Banyuwangi.
 

PESONA "PULAU MERAH" BANYUWANGI LAKSANA MUTIARA DI PULAU JAWA



Banyuwangi sejak lama memang dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki segudang potensi pesona wisata alam yang begitu indah, selain kesenian tradisionalnya yang enerjik dan menggoda.

Pulau Merah merupakan salah satu pesona alam 'Bumi Blambangan' yang benar-benar menawan. Walaupun dibeberapa tahun lalu, tepatnya pada Tahun 1990-an, kawasan Pantai Pulau Merah pernah rusak parah akibat diterjang bencana tsunami. Namun, kini keindahan pantai itu sudah kembali dan menjadi alternatif pilihan rekreasi bagi wisatawan.

Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil yang berada dekat pantai dengan pasir putihnya yang memanjang lebih kurang tiga kilometer.

Ombak di pantai ini tergolong cukup tinggi berkisar 3-5 meter dan cocok untuk pecinta olahraga selancar. Banyak turis-turis asal Prancis, Jerman dan Australia sering berkunjung ke tempat ini.

Pulau merah juga berdekatan dengan Gunung Tumpang Pitu atau 'Tumpang Tujuh' karena sejauh mata memandang terdapat deretan tujuh gunung yang berjajar cukup rapi.

Kawasan wisata ini terletak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi menuju arah selatan. Untuk menuju objek wisata ini, wisatawan bisa menggunakan mobil dengan waktu tempuh lebih kurang 1,5 hingga dua jam.

Kalau ingin menikmati keindahan matahari tenggelam, anda bisa melihatnya langsung dari sebelah selatan pantai.

Sayangnya, objek wisata ini belum dilengkapi sarana penginapan. Jika wisatawan ingin bermalam, bisa menyewa kamar di rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar lokasi wisata.

REPORTASE : STIKOM BANYUWANGI GALANG BANTUAN BENCANA GUNUNG KELUD



Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer PGRI Banyuwangi (STIKOM) tadi siang masih melakukan aksi penggalangan dana untuk korban Gunung Kelud. Kegiatan sosial ini telah di lakukan oleh para mahasiswa sejak hari Sabtu lalu. Dan rencananya,akan berakhir hari senen (17/02/2014) kemarin.

Menurut AKHLIS, koordinator penggalangan dana gunung kelud, (waktu itu saya masih aktif  sebagai Reporter Radio Banyuwangi FM 89.7 MHz, ) mengatakan penggalangan dana tersebut untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana gunung kelud yang meletus.

Penggalangan dana dari pengguna kendaraan yang melintas di simpang 3 depan Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi ini di mulai sejak pagi hingga siang hari.

Saat di tanya apakah ada dari pihak anggota DPRD yang memberikan sumbangan untuk korban Gunung Kelud, AKHLIS hanya tersenyum dan menjawab, BELUM.... !!!

Melihat lokasi aksi penggalangan dana ini tepat di depan kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi, tentu sangat ironis apabila masih belum ada yang tergugah dari anggota DPRD untuk berpartisipasi dalam aksi amal ini.

AKHLIS menambahkan, bahwa untuk hasil dari penggalangan dana tersebut akan langsung di transfer ke koordinator penyaluran bantuan yang ada di Kediri.

BERPETUALANG KE WISATA ALAM KALIBENDO BANYUWANGI ( III habis )




Setelah melintas di tepi bukit, akhirnya mulai masuk ke perairan pertama.

Wow..!! Ternyata ada monyetnya lho, walaupun monyet-monyet ini belum bisa akrab dengan pengunjung, tapi tetap bisa bersikap bersahabat.
Untung bawa kacang.. jadi ya di pake umpan untuk membujuk monyet-monyet yang ada di pinggir tebing agar mau mendekat.. wah, susah juga untuk melihatnya dari jarak dekat. walaupun sudah ratusan kacang di lempar tapi tetap saja monyet monyet ini ogah di sentuh.. Mungkin saja monyet ini bergumam " iiihh..!! Bukan muhrim tauuu...hehhee

Buat yang baru memasuki kawasan ini gak usah merasa panik jika melihat monyet-monyet ini tiba-tiba mendekati kita. Kalau ada makanan yg bisa di berikan ya jangan di simpan saja. asalkan jangan terlalu mencolok membawa makananan agar anda tidak di keroyok nantinya..





 Memang agak susah-susah gampang saat kita memasuki perairan Kalibendo untuk ke Air Terjun, apalagi buat para pengunjung yang pake sepatu atau sandal yang ogah di sentuh air, pastinya kudu main loncat-loncatan, tapi bagi yang sudah lama gak pernah main air, tentu ini adalah perjalanan yang asyik melangkah sambil menikmati dinginnya air asli pegunungan Banyuwangi.

 Semakin masuk menyusuri jalanan yang berbatu dalam balutan aliran air yang dingin, walah walah.... ternyata disini juga tempat yang asyik buat narsis, lho.. Lihat aja cowok kece ini, hmmmm... Keren kan..???

Terus...
Dasar rezeki nomplok pasti gak akan kemana, semakin melangkah lebih masuk lagi, eh ternyata ketemu cewek-cewek yang lagi berpose (katanya sih mau di posting di jejaring sosial, yaiyalah...mosok di buat kampanye,..hehhee)

Wah..Alam memang Indah ya bila kita jaga. Buktinya, keindahan wanita saja masih harus di kombinasikan dengan alam...
Auw ah...!!





Waduuuhh..Ternyata kehadiran monyet tadi menginspirasi juga ya, buktinya..coba lihat bagaimana caranya sahabat saya ini yang 'emoh' sandalnya di sentuh air..hihi

hampir mendekati Air Terjun, memang ada satu 'ceruk' yang tak bisa di lewati dengan melompat lewat batu. Tapi seperti wajib untuk memasukkan kaki kita ke dalamnya, tenaaang...dangkal kok, hanya sebatas mata kaki aja..

Akan tetapi, jika kita tidak mau melewati 'ceruk' yang ada airnya.. ya harus siap siap menggunakan jurus manjat lewat akar..
Ati-ati nyemplung ya mas.....


 Cihuuuyyy....!!! Akhirnya sampai juga di lokasi 'Air Terjun' yang merupan inti dari Wisata Alam Kalibendo Banyuwangi.

Wah..Ternyata banyak orang ya, terutama muda-mudinya..hmmm, biarpun banyak orang, tetap saja kita bisa mandi, lho.. Ya syaratnya harus pake busana doong...

Foto-Foto dulu ah.. Walau pun sejak berangkat tadi keringat sudah bercucuran, tetap aja kami gak ada yang mau mandi.
isin.com

Yang pasti, ada kepuasan tersendiri ketika kita sudah sampai di lokasi Air Terjun yang memiliki ketinggian 10meter ini.

Selamat berkunjung............

BERPETUALANG KE WISATA ALAM KALIBENDO BANYUWANGI ( II )



Setelah memasuki area utama di perbatasan antara Perumahan dan Zona wisata, tentu kita akan melewati hamparan luas tanah lapang yang biasa di gunakan untuk bermain sepak bola. Walau pun kondisi lapangan ini tidak terawat, tapi tetap saja masih bisa di gunakan untuk berlatih. Hanya resikonya, jika bola terlalu jauh melambung, di jamin langsung nyemplung ke jurang yang ada di sisi selatan lapangan.

Eit... di tempat ini juga banyak yang menggunakan untuk pacaran... hehehe



Setelah kita melewati jalanan yang masih belum di aspal alias masih becek (gak ada ojek ) kalo turun hujan, selanjutnya kita akan melintas di atas jembatan yang masih menggunakan bambu untuk sisi kanan-kirin sebagai penahannya.

Dan sambutan alam pertama adalah arus sungai yang masih terlihat malu malu di sela bebatuan jika kita melirik ke kakanan. Kalau pandangan kita lurus ke depan, yang jelas sudah siap warung makanan dan minuman yang telah menunggu pengunjung datang untuk mampir walau sebentar ( lama juga gak apa apa yg penting kan bayar, maaf, warungnya lupa di foto.))..

Setelah rehat sebentar di warung, jangan lupa untuk melanjutkan perjalananya menuju titik utama pemandangan air terjun yang 'lumayan' masih agak jauh.
Yuk lanjuut......



 Memang tidak mudah untuk sampai di titik 'Air Terjun' yang menjadi ikon Kalibendo. Jalan setapak akan kita lalui lagi di antara pohon pohon besar di sisi kanan dan pohon kecil(di bukit) yang ada di sisi kiri kita. Jadi kalo berpapasan dengan orang di depan kita, so, pasti yang satu harus mengalah untuk memiringkan badannya. Kalau sama sama kurus sih, gak masalah tapi kalau sama sama endut..wah...

Oya, kebetulan neh, saya berjumpa dengan sederetan(kios pasar kale pake bahasa sederetan) anak-anak muda yang tentu pengen menikmati suasana alam yang begitu asri. Dan kebetulan ada yang merayakan Ultahnya lho, keren kan...(tapi sayangnya gak ada yang nawarin kue..hiks).. mungkin karena malu aja kale ya.. atau takut ntar gak kebagian ..hehhee

Oke deh, met Ultah ya.. Jangan buang sampah sembarangan ya masbrow n mbakbrow...
Wah asyik tu kalau misalnya Wisata Alam Kalibendo di buat kan juga kegiatan-kegiatan untuk generasi mudanya..

BERPETUALANG KE WISATA ALAM KALIBENDO BANYUWANGI ( I )



Setelah masuk gerbang PT Perkebunan kalibendo, kendaraan dapat diparkir di tempat yang disediakan di depan gedung pertemuan. Dari sini selanjutnya perjalanan berganti dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak melewati kawasan perkebunan cengkeh dan pohon Bendo. Kondisi jalan setapak ini masih berupa tanah dengan kontur menurun dan berliku.

Selanjutnya akan tiba di sungai dengan jembatan di atasnya. Setelah menyeberangi jembatan kayu selebar 1 m di atas sungai tersebut tampak menghampar perbukitan dan tanaman heterogen. Di pinggir sungai ini banyak ditemui beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman.

Dari sungai ini perjalanan diteruskan (masih melewati jalan setapak) di sepanjang tebing di sisi atas sungai.sejauh kurang lebih 300 m ke arah barat hingga tiba di sungai lagi. Dan akhirnya ikuti aliran sungai tersebut dengan menyusurinya hingga tiba di lokasi air terjun beberapa ratus meter lagi.

Berjarak kira-kira 15 km dari Banyuwangi ke arah barat daya.
Ada beberapa jalur alternatif menuju kesana, tapi biasanya mengambl jalan lurus ke arah barat daya tadi. Dari pusat kota Banyuwangi perjalanan diarahkan ke Terminal Sasak Perot di Desa Bakung, Kecamatan Glagah. Selanjutnya perjalanan tetep lurus ke arah barat hingga tiba di pertigaan Patung Barong di Desa Banjarsari. Dari pertigaan ini mengambil arah lurus melintasi Desa Kemiren hingga desa Tamansuruh Selanjutnya perjalanan diteruskan beberapa menit hingga masuk Desa kampung anyar.

Petualangan singkat ini  bertujuan untuk mengetahui secara langsung kawasan Wisata Alam yang ada di Banyuwangi.

REPORTASE : SAYUN SISIYANTO, SENIMAN ASLI BANYUWANGI


Salah satu seniman yang satu ini, memang layak untuk di jadikan refrensi informasi tentang seni budaya yang ada di Banyuwangi. Kerena sejak masa kecil, pemilik nama SAYUN SISIYANTO ini sudah terlihat memiliki bakat seni yang kuat. Sehingga, membuat seniman senior tempo dulu, tertarik untuk mentransfer ilmu seninya pada SAYUN kecil.

Terkait dengan profesi dan potensinya untuk menjadikan seni budaya Banyuwangi agar lebih baik dan lebih original lagi, kemarin siang (02/02/2014). Saya berkunjung kekediamannya di Desa Mangir, Rogojampi dan  ngobrol banyak tentang perkembangan seni yang ada di bumi Blambangan ini.

Sosok santun SAYUN yang juga berprofesi sebagai guru di SMP 1 Srono ini memang tidak bisa di ragukan lagi kapasitasnya sebagai seniman, hal itu terbukti dengan banyaknya piala penghargaan dari berbagai lembaga yg terpajang di kediamannya, di dusun Mangir Rogojampi, Banyuwangi.



Selain di kenal sebagai pengajar tari, seperti Tari 'KUPU CEDHUNG, NGARAK PENGANTEN', SAYUN juga telah banyak menciptakan lagu, diantaranya 'JOGO DESO' sebagai lambang kecintaan pada perdamaian masyarakat Banyuwangi.

Oke..Cerita SAYUN SISIYANTO, tidak hanya berhenti sampai di sini. Karena masih banyak perjalan sejarah panjangnya yang belum di tulis semua, dan mudah-mudahan bisa menginspirasi kita untuk di nikmati sebagai bahan pembelajaran sekaligus kecintaan pada budaya kearifan lokal.


Dan salah satu rencana besar yang akan di gelar untuk mengangkat Banyuwangi yang lebih baik lagi adalah, membuat 'Wayang Using' dengan menggunakan properti wayang, gamelan asli Banyuwangi dan yang jelas harus menggunakan Bahasa USING..

Semoga sukses..!!!

REPORTASE : REKTOR UNIBA BANYUWANGI



Hari sabtu kemarin (31/01/2014) menjadi momen bersejarah untuk rektor UNIBA (Universitas PGRI Banyuwang) Drs. TEGUH SUMARNO, MM. Karena untuk ketiga kalinya, rektor yang terkenal kalem ini kembali di lantik sebagai rektor UNIBA periode ketiga dengan masa jabatan 2014-2018.

Dan sehari sebelum pelantikannya, kala saya masih menjadi reporter radio Banyuwangi FM 89.7 MHz berhasil menemuinya terkait persiapannya menjadi orang nomor satu di perguruan tinggi yang banyak mencetak tenaga pendidik ini.

Ditanya soal unjuk rasa yang di lakukan mahasiswa beberapa hari yang lalu, TEGUH SUMARNO mengatakan, bahwa unjak rasa yang terjadi merupakan wujud cinta mahasiswa kepada dirinya.

Well.... Selamat atas pelantikannya, dan semoga sukses membangun Banyuwangi lebih baik lagi.